Thursday, March 31, 2011

‘Ditipu’ Sejarah Bangsa Sendiri

Jika ada bagian sejarah yang dicat kelabu di atas kelabu, inilah bagian itu. Orang-orang dan kejadian-kejadian tampak seperti kebalikan 
si Schlemihl[1], seperti bayang-bayang  yang 
kehilangan tubuh.
   (Karl Marx)  

Waktu SD, Amah (panggilan masa kecilku) nangis kalau melihat foto 7 Pahlawan Revolusi,” Ibu berkata saat kami duduk-duduk santai seusai makan malam. Aku terkejut dan mulai menertawakan kisah unik masa kecilku itu.

Usin[2] cerita, Amah sesegukan saat pelajaran IPS Sejarah di sekolah. Amah terharu saat membaca dan mendengarkan sejarah wafatnya 6 Jenderal dan 1 Letnan. Kasihan katanya”, Ibu melanjutkan.

Sebuah Catatan Penerungan Tragedi Talangsari 1989


"Semua yang terjadi di bawah kolong langit adalah urusan setiap orang yang berpikir. Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaan dan berpikiran waras ikut tersinggung, kecuali 
orang gila dan orang yang berjiwa krimiinil, 
biarpun dia itu sarjana." 
(Pramoedya Ananta Toer)

Saturday, March 26, 2011

Maka Kirimkan


Nada-nada malam adalah sunyi yang gigil
bagi hati perindu yang menumpuk sepi cuma di hati

Maka kirimkan sepaket mawar dalam gurih pasir pantai
agar maret meniupkan sejuknya musim
dan membawa kebahagiaan untuk mei atau aprilmu

Friday, March 25, 2011

Ayat-ayat Sinema Kuasa ala Mata Najwa

Rabu, 23 Maret 2011 lalu, bersama Koi saya menyaksikan Mata Najwa di Metro TV. 
Menarik sekali topik bahasan Mata Najwa malam itu. Dengan mengusung tema 'Kuasa dan Sinema', mbak Najwa berusaha mengorek tampilan lain dari propaganda yang dihadirkan sinema-sinema kuasa ala Orde Baru.

Yang paling menarik adalah endingnya. Sebagai kesimpulan, di penghujung acara mbak Najwa membacakan Ayat-ayat Sinema Kuasa. Silahkan perhatikan sembilan ayat berikut:

Ayat pertama, sinema kuasa, adalah film drama, komedi, ‘action’ dan horor terindah sepanjang masa.
Ayat kedua, sinema kuasa, bak judul film Arnold Schwarzenegger “True Lies” karena fiksi, hanyalah isapan jempol belaka.
Ayat ketiga, sinema kuasa bukan bagian dari budaya tetapi hanyalah pelengkap kisah “lubang buaya”.