Mari duduk bersamaku
Meski mungkin untuk yang terakhir kali
Kita akan menyeduh seteko teh panas
Dan menghabiskan petang bersama
Kisahkan nada-nada perjalanan kita
Mengenang indahnya cerita yang pernah kita rajut
Pada tegukan pertama, aku akan mengatakan
Aku mencintaimu
Pada tegukan kedua, akan ku kabarkan
Merindumu adalah irama yang sempurna
Dalam tegukan berikutnya, mari ceritakan
Cantiknya musim-musim yang pernah kita lalui bersama
Tegukan selanjutnya, dengarkanlah
Kita sama mengerti, jalan ini tak mungkin lagi satu
Di cangkir terakhir, tetap tersenyumlah
Karena dunia kita akan tetap berputar
Meski melalui jalan yang berbeda
Lalu, bila teh ini telah habis
Peluklah aku, katakan semua akan baik-baik saja
Lalu tolong hapus airmata di sudut mataku,
Usapkan tanganmu di kepalaku seperti biasa
dan tunjukkan kau akan lebih bahagia tanpaku di sampingmu
Jakarta, 18 Oktober 2010