
Menanti kata saat wajahmu tiba
Bertubi-tubi rindu menerjang, ku rendam
untuk bersabar
Namun sehari lalu telah kuputuskan tuk melangkah
ingin ku hapus semua jejak
yang pernah ku lukiskan dalam bisikmu
Bisik yang kau dendangkan hanya berbuah buih
Tak ku temukan sebagai hakikat janji
Pergilah..
Tak perlu lagi kau selipkan harap di sela bibir manismu
Biar, biar sesak melanda musimku
ku pilih jalanku tanpamu..
@kul Psikologi Kewirausahaan
14 Oktober 2009
No comments:
Post a Comment