Thursday, December 9, 2010

Wajah Bulan

Kesunyian tersimpan pada dedaun yang mencumbu angin
Di tepian senja ini,
Menghitung barisan semut adalah caraku memecah waktu

Ku rangkai sepi bersama lautan beton terhampar di depan mata
ku coba singkirkan gundah yang menyelimuti batin
Membunuh sesak rindu untuk satu wajah bulan
yang menghantui mimpiku sejak hatiku merah jambu

Burung kecil melirikku ingin tahu,
Ku titipkan nafasku padanya
Lalu ku rebahkan tubuh
menyaksikan luas langit berwarna pualam
dan ku lihat satu awan masih membentuk wajahnya


Di sudut SMAN 77 Jakarta, 17 Juni 2010

No comments:

Post a Comment