Ternyata aq pernah nulis puisi ini.. duh, bisa lupa...
------------------------------------------------------------------------------------------------
Mantra Pemisah

menorehkan lebih banyak luka
Pada hati kita yang tak mampu melihat lagi
bagaimana kau dan aku saling menukar mimpi
kata adalah rentetan peristiwa yang kita proteskan melalui udara
kita teriakkan melalui bisu
dan kerasnya jiwa kita masing-masing,
ku yakini akan menjadi sebuah mantra pemisah
bagi hati kita yang pernah begitu menyatu..
lalu ku lepaskan saja bulir-bulir kenangan
menari-nari, menyedot isi kepalaku...
biar tak habis genang air mata,
ku simpan untuk bekal nanti malam bgitu ku merinduimu..
Jakarta, 2 Februari 2009
No comments:
Post a Comment