
Bila kau sebut aku bintang
Tak pernah cukup sinar ku miliki tuk kupersembahkan
Aku pengais mimpi, yang menjelma kata inferior
Terus memikul puisi menjadi kisah paling sempurna.
Biar rindu tlah meletup-letup di ruas dada,
Biar kata tlah berderet-deret di ubun-ubun,
Namun nyata jarak lebih berkuasa..
Mari menanti,
Biru Laut sebagai kasih.
* menuju Latian Teater
Selasa, 4 Agustus 2009
No comments:
Post a Comment