Setelah kau penuhi kabinku dengan bias harap
Kau melenggang segitu jauh
menuju layar cantik yang kau agungkan
sebagai bunga sebagai mahkota
Sementara aku terkapar menyimpan duri
yang kau sisipkan di urat nadi
Ketika menantimu telah mengundang luka
Sajak mana yang dapat ku kisahkan
sebagai cinderamata berwarna kelabu
Jakarta, 17 November 2009
No comments:
Post a Comment