Thursday, December 9, 2010

Duri di Urat Nadi

Setelah kau penuhi kabinku dengan bias harap
Kau melenggang segitu jauh
menuju layar cantik yang kau agungkan
sebagai bunga sebagai mahkota

Sementara aku terkapar menyimpan duri
yang kau sisipkan di urat nadi

Ketika menantimu telah mengundang luka
Sajak mana yang dapat ku kisahkan
sebagai cinderamata berwarna kelabu


Jakarta, 17 November 2009

No comments:

Post a Comment