Monday, October 10, 2011

Sunyi Paling Perih

Ilustrasi by : Harry
Telah ku hancurkan semua tangga mimpi
Cita atau cinta biar kubur saja jadi abu
Sisa diri berdiri tanpa apa siapa,
mungkin itu lebih baik

Bersama titahnya, ku pilih jalan sendiri
Jalan dimana semua tak sudi memilih
Ku cari bahagia dengan sepi
Semoga ku temui sunyi yang lebih perih


Jakarta, 9 - 10 - 11

Wednesday, October 5, 2011

Sutradara Mimpi

Ini bernama lembah,
Entah jurang atau pusara.
Di sini terinjak-injak keyakinan
Dan dicabik-cabik pertahanan.

Ini apa
Dan kenapa
Tak mampu berdiri
Tersaruk pada gelapnya mimpi dan janji.

Itu kan cuma mimpi
Tak mampukah otak mu mensutradarai mimpi lebih indah lagi?


Jakarta, 3 September 2011 

Wednesday, June 1, 2011

Ijinkan Aku Memeluknya

Ilustrasi by : asmaracinta.com
Ijinkan aku mengukur bermeter-meter harap
Sebuah perjalanan dari impian memenangkan hati sendiri
Untuk menghadiahi Cinta
Dan untuk membenarkan rindu

Adakah yang salah dari cita tertawa indah bersamanya?

Tuesday, May 31, 2011

Membenci Malam


Aku membenci malam-malam sunyi yang berdenging
Saat bisu adalah belati paling racun dan senyum adalah sinis paling nyinyir

Katarsis: Rasanya Ingin Kamu

Ketika malam menghimpitku,
rasanya ingin miliki teman
Dia yang mampu memeluk kemelutku
dan menghangatkan gelap yang gigil

Kala tak mampu berdiri,
rasanya ingin ada temen
yang tetap menggenggam tanganku
dan mengatakan semua akan baik-baik saja

Saat kepiluan merayapi dinding-dinding malam,
rasanya ingin punya teman
yang membawakan cahaya bernama cinta
dan senyumnya mampu mengobati segala luka

Rasanya ingin kamu..
yang mampu memahami rapuhnya hatiku,
dan betapa menjengkelkannya sifatku..


Jakarta, Dini hari, 30 Mei 2011

Wednesday, May 11, 2011

Ku Peluk Sepanjang Perjalanan


Telah kita lalui pelayaran penuh makna
Mengarungi samudera ilmu bersama,
Membagi tawa dan belajar memeluk tiap mimpi kita

Lihatlah kawan, Layar kita telah mengembang begitu gagah,
Segala ombak dan gelombang telah kita tantang bersama
Semua camar atau merpati telah memihak kita
Angin barat sampai timur menyambut senyum kita

Kini, ku catat seluruh senyummu
Ku simpan di kalbu sebagai bekal menapak pulau baru
Akan ku peluk sepanjang perjalanan menuju tangga cita-cita
Dan kita akan bertemu di atas sana
Di tempat cita menjadi sukses,
Untuk kembali bergenggam tangan seperti saat ini..di sini, karna kau selalu di hati.


*untuk persembahan di WISUDA SMAN 91 tahun 2011.
Jakarta, 10 Mei 2011

Thursday, May 5, 2011

Sendiri di Musim yang Basah

Ilustrasi by : Putri Rizki


Telah kita nikmati hangatnya genggaman jemari
Membagi derai tawa di tiap butir pasir pantai
Menyatukan serapat-rapatnya hati, sedalam kita mampu

Tapi mengapa masih ku temukan  jejak sunyi, di gigilnya musim timur

Sunday, April 24, 2011

Belum Mampu Ku Peluk

Sumber gambar : messakhdjaha.blogspot.com
Goresan pensil dalam larik-larik malam
Telah ku susun menjadi shuhuf luka
Entah terlahir untuk airmata
Entah di sini terkubur rasa

Thursday, March 31, 2011

‘Ditipu’ Sejarah Bangsa Sendiri

Jika ada bagian sejarah yang dicat kelabu di atas kelabu, inilah bagian itu. Orang-orang dan kejadian-kejadian tampak seperti kebalikan 
si Schlemihl[1], seperti bayang-bayang  yang 
kehilangan tubuh.
   (Karl Marx)  

Waktu SD, Amah (panggilan masa kecilku) nangis kalau melihat foto 7 Pahlawan Revolusi,” Ibu berkata saat kami duduk-duduk santai seusai makan malam. Aku terkejut dan mulai menertawakan kisah unik masa kecilku itu.

Usin[2] cerita, Amah sesegukan saat pelajaran IPS Sejarah di sekolah. Amah terharu saat membaca dan mendengarkan sejarah wafatnya 6 Jenderal dan 1 Letnan. Kasihan katanya”, Ibu melanjutkan.

Sebuah Catatan Penerungan Tragedi Talangsari 1989


"Semua yang terjadi di bawah kolong langit adalah urusan setiap orang yang berpikir. Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaan dan berpikiran waras ikut tersinggung, kecuali 
orang gila dan orang yang berjiwa krimiinil, 
biarpun dia itu sarjana." 
(Pramoedya Ananta Toer)

Saturday, March 26, 2011

Maka Kirimkan


Nada-nada malam adalah sunyi yang gigil
bagi hati perindu yang menumpuk sepi cuma di hati

Maka kirimkan sepaket mawar dalam gurih pasir pantai
agar maret meniupkan sejuknya musim
dan membawa kebahagiaan untuk mei atau aprilmu

Friday, March 25, 2011

Ayat-ayat Sinema Kuasa ala Mata Najwa

Rabu, 23 Maret 2011 lalu, bersama Koi saya menyaksikan Mata Najwa di Metro TV. 
Menarik sekali topik bahasan Mata Najwa malam itu. Dengan mengusung tema 'Kuasa dan Sinema', mbak Najwa berusaha mengorek tampilan lain dari propaganda yang dihadirkan sinema-sinema kuasa ala Orde Baru.

Yang paling menarik adalah endingnya. Sebagai kesimpulan, di penghujung acara mbak Najwa membacakan Ayat-ayat Sinema Kuasa. Silahkan perhatikan sembilan ayat berikut:

Ayat pertama, sinema kuasa, adalah film drama, komedi, ‘action’ dan horor terindah sepanjang masa.
Ayat kedua, sinema kuasa, bak judul film Arnold Schwarzenegger “True Lies” karena fiksi, hanyalah isapan jempol belaka.
Ayat ketiga, sinema kuasa bukan bagian dari budaya tetapi hanyalah pelengkap kisah “lubang buaya”.

Monday, February 28, 2011

Ketika Menggila

Ku kejar kabut dalam rinai subuh
Itu asap, tapi ku buru segigih peluru
Terbentur pohon, Memaki rumput
Aku menggila oleh waktu

Sudah kutuliskan tinta tentang rindu juga benci
Namun tak jua ku baca cinta dalam shuhuf kehidupanku
Aku termakan nafsu
Dan membusuk dalam sampah dunia

Aku menyimpan nanah dalam dadaku
Dan sungai di sini hanya kerontang
Tanpa embun, cuma sembilu

Jauh sudah aku menyerah
Kini tunjukkan saja jalan terdekat menuju Surga
kan ku kepak bekal secukupnya
Dan biarkan aku menjadi tahu
kemana harus menuju


26 Februari 2011