Aku membenci malam-malam sunyi yang berdenging
Aku mengutuki hati yang menyimpan sembilu
Ingin ku robek biar hancur semua sepi
Karna nestapa tak pernah habis di sini
Mengaung terlalu keras, sampai sakit seluruh dinding telinga
Aku membenci malam-malam luka berduri derita
Saat diam adalah duka, dan suara cuma pembunuh jiwa
Jakarta, 31 Mei 2011
Kusibak cakrawala membelah nestapa
ReplyDeleteTak Kutemukan Dawai selaras lirih menerpa
Kutanya Rembulan, tak terjawabkan...
Kutanya Pada Bintang yang menghiasi malam, Tak jua kutemukan jawabnya....
Sampai kutemukan Kidung penuh duri tak bertautan,
Ingin kurengkuh sembilu dalam dekapan sang Bintang dan Rembulan...
Namun itu hanyalah bayang semu mewujud sukma yang lara
Ingin Kudekap bayangmu... Dalam sembilu