Tuesday, May 31, 2011

Membenci Malam


Aku membenci malam-malam sunyi yang berdenging
Saat bisu adalah belati paling racun dan senyum adalah sinis paling nyinyir

Aku mengutuki hati yang menyimpan sembilu
Ingin ku robek biar hancur semua sepi
Karna nestapa tak pernah habis di sini
Mengaung terlalu keras, sampai sakit seluruh dinding telinga

Aku membenci malam-malam luka berduri derita
Saat diam adalah duka, dan suara cuma pembunuh jiwa


Jakarta, 31 Mei 2011

1 comment:

  1. Kusibak cakrawala membelah nestapa
    Tak Kutemukan Dawai selaras lirih menerpa
    Kutanya Rembulan, tak terjawabkan...
    Kutanya Pada Bintang yang menghiasi malam, Tak jua kutemukan jawabnya....
    Sampai kutemukan Kidung penuh duri tak bertautan,
    Ingin kurengkuh sembilu dalam dekapan sang Bintang dan Rembulan...
    Namun itu hanyalah bayang semu mewujud sukma yang lara
    Ingin Kudekap bayangmu... Dalam sembilu

    ReplyDelete