Kau sebut aku apa, Tuhan?
Kuserahkan seluruh jalanku pada mau-Mu
Kurelakan berhariku diamuk rencana-Mu
tapi Kau pun sungguh tahu aku telah semakin terjatuh
Kau pun semestinya tahu,
aku adalah selembar kertas yang hampir habis menjadi abu
Kau sebut aku apa, Tuhan?
Aku mengais sudah pada sisa senyum yang kau persiapkan untukku
meski bertubi awan gelap Kau hadirkan
dan payung pun aku tak punya
Aku tetap percaya kuasa-Mu kan selamatkan nyawaku
Aku adalah musafir yang terkapar tapi tak jua dibiarkan mati
Menderap hati agar teguh meminta pada-Mu
Tapi Kau sebut aku apa, Tuhan?
Benarkah sebab aku terlalu nista
tuk Kau angkat dari jurang berduri ini?
Kau sebut aku apa, Tuhan..
Ingin ku teriakkan, aku menyerah sudah..
(catatan pada malam yang terlampau dingin)
25 November 2009
No comments:
Post a Comment