Friday, March 25, 2011

Ayat-ayat Sinema Kuasa ala Mata Najwa

Rabu, 23 Maret 2011 lalu, bersama Koi saya menyaksikan Mata Najwa di Metro TV. 
Menarik sekali topik bahasan Mata Najwa malam itu. Dengan mengusung tema 'Kuasa dan Sinema', mbak Najwa berusaha mengorek tampilan lain dari propaganda yang dihadirkan sinema-sinema kuasa ala Orde Baru.

Yang paling menarik adalah endingnya. Sebagai kesimpulan, di penghujung acara mbak Najwa membacakan Ayat-ayat Sinema Kuasa. Silahkan perhatikan sembilan ayat berikut:

Ayat pertama, sinema kuasa, adalah film drama, komedi, ‘action’ dan horor terindah sepanjang masa.
Ayat kedua, sinema kuasa, bak judul film Arnold Schwarzenegger “True Lies” karena fiksi, hanyalah isapan jempol belaka.
Ayat ketiga, sinema kuasa bukan bagian dari budaya tetapi hanyalah pelengkap kisah “lubang buaya”.
Ayat keempat, kalau buku adi karya pujangga, lukisan karya maestro kelas dunia, sinema kuasa adalah karya tunggal pejabat, politisi, atau tentara.
Ayat kelima, sinema kuasa, ibarat film bisu. Penuh monolog, alias dialog tanpa makna nan penuh tipu.
Ayat keenam, jika terpaksa menonton sinema kuasa, buka mata, tapi jangan lupa juga tutup telinga anda.
Ayat ke tujuh, sinema biasa menghasilkan bintang utama, sinema kuasa menghasilkan bintang mahaputra, hingga bintang lima.
Ayat ke delapan, hanya ada satu hal yang bisa mengalahkan sinema kuasa, yakni ketika penguasa, sang sutradara, sudah tak ada.
Ayat kesembilan, “Hasta la vista”, mari ucapkan selamat jalan untuk sinema kuasa, daripada Cuma bikin pusing kepala.


Cuma dua kata yang tercetus sesaat setelah mendengarkan mbak Najwa membacakan ayat-ayat ini: So deep!

Salam Makna.

1 comment: